Ketika Tanya Menjadi Kata

Kita Melawan Dunia

Tugas Pendidikan Lingkungan, Sosial, Budaya, dan Teknologi (PLSBT)

Diposkan oleh Restu Nur Wahyudin on Kamis, 28 Juli 2011

Nama : Restu Nur Wahyudin

Nim : 0908763

Kelas : Dik-C 2009

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Tugas Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi (PLSBT)

1. PLSBT penting diajarkan kepada mahasiswa

Kondisi sosial masyarakat masuk ke dalam kompleksitas sebuah peradaban. Perubahan sosial kemasyarakatan baik kultural maupun struktural terjadi selama terus menerus setiap waktu. Mudah sekali kita temui permasalahan lingkungan, permasalahan budaya dan permasalahan ilmu teknologi. Permasalahan yang terjadi saat ini merupakan dinamika kehidupan masyarakat yang senantiasa bergulir.

Pertanyaan yang paling mendasar adalah kemana arahan perubahan tersebut? Menuju kearah yang lebih baik atau justru menuju kekelaman. Hal ini menjadi tantangan bagi mahasiswa yang notabenenya adalah kaum intelektual untuk senantiasa menganalisis dan mempelajari perubahan-perubahan sosial sehingga bisa memberikan solusi terbaik. Kiranya untuk menuntun paradigma tersebut perlu adanya mata kuliah yang berisi tentang keilmuan social, budaya, dan teknologi.

2. Pemecahan masalah kemiskinan, banjir dan global warming dengan pendekatan multidisipliner.

Kemiskinan

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan, antara lain.

Geografi

Indonesia merupakan negeri kepulauan yang sangat besar dan istimewa dalam kedudukan strategis percaturan ekonomi, politik, dan budaya dunia. Terdapat puluhan ribu (17.508) pulau dengan lima buah pulau besar: Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua. Kepulauan Indonesia didominasi oleh perairan dengan garis pantai termasuk terpanjang di dunia. Terletak pada 6º Lintang Utara 11º Lintang Selatan dan 95º Bujur Timur, 145º Bujur Timur, menjadikan Indonesia memiliki dua musim, kemarau dan penghujan.

Demikian pula, Indonesia diapit oleh dua buah samudera besar yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, yang sangat menguntungkan dan strategis untuk jalur perdagangan dunia karena menghubungkan dua buah benua secara langsung, Asia dan Australia. Kontur daratan umumnya terdiri dari pegunungan dan gunung berapi sebagai sumber vulkanis yang subur, lembah-lembah dan puluhan sungai besar dengan ribuan anak sungainya, serta areal persawahan yang luas. Kesemuanya sangat cocok untuk pertanian, perkebunan dan sumber kekayaan hutan tropis yang tiada duanya.

Pendidikan

Sekitar 9,7 juta rakyat Indonesia masih terbelenggu buta huruf. Disatu sisi, tidak ada jaminan dari pemerintah bagi lulusan pendidikan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak sehingga berdampak pada semakin meningkatnya angka pengangguran terbuka yang telah mencapai 8,1 % atau 9,25 Juta dari angkatan kerja dengan distribusi pekerja 60,5 % adalah pekerja Informal seperti tukang ojek, asongan, buruh lepas dan pedagang kecil. Sebanyak 52,65 persen tenaga kerja yang ada di Indonesia berpendidikan SD ke bawah, karena dunia kerja banyak yang hanya membutuhkan skill kerja yang rendah. Pengangguran terdidik di Indonesia berjumlah 961.000 hingga Agustus 2008 yang terbagi atas 598.000 penganggur Sarjana dan 362.000 penganggur Diploma. Februari 2008 lalu bahkan mencapai 1.146 juta jiwa.

Sosiologis

Dewasa ini jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 224.784.210 orang, pertumbuhan penduduk 1,63% per tahun. Dengan kepadatan terbesar ada di Jawa, yaitu: 106 orang/km2, di Sumatera 80 orang/km2, dan Kalimantan 26 orang/km2, berdasarkan sensus penduduk 2001. Dengan komposisi penduduk laki-laki sebesar 112.235.364 jiwa sedangkan perempuannya sebesar 112.548.846 jiwa. Indonesia terdiri dari berbagai sukubangsa, yang memiliki adat istiadat dan bahasa sendiri.

Dari sekian sukubangsa tersebut, Jawa adalah sukubangsa yang dominan dan penyebarannya sangat luas di berbagai pulau yaitu mencapai sekitar 45%, terutama secara historis sebagai dampak politik kolonialisme dan imperialisme pada Abad Ke-19 sampai awal Abad Ke-20. Pada hakekatnya semua sukubangsa tersebut memiliki bahasa mereka sendiri dalam pergaulan sehari-hari.

Dalam skala nasional mereka menggunakan bahasa Indonesia secara luas, kecuali di beberapa daerah pedalaman, sebagai kata pengantar dalam pergaulan antar sukubangsa. Demikian pula dalam dunia pendidikan dan acara-acara resmi nasional bahasa Indonesia telah diterima sebagai bahasa pengantar. Populasi penduduk dan sumber daya agraria yang melimpah, sudah seharusnya dijadikan modal untuk kesejahteraan massa rakyat.

Hukum

Dalam UUD 1945 termuat bahwa Negara memberikan jaminan pekerjaan kepada rakyatnya.

Solusi

Dari keadaan alam yang kaya akan berbagai sumber daya alam tersebut serta populasi penduduk yang sangat besar, seharusnya menjadi syarat pokok kemajuan bangsa yang menempatkan kehidupan rakyat Indonesia dalam kesejahteraan. Akan tetapi kondisi ini berbeda dengan kenyataan sebenarnya, rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan. Seharusnya pemerintah membenahi pendidikan, dan memberikan akses pendidikan murah bagi rakyat yang kurang mampu.

Banjir

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan, antara lain.

Geografi

Indonesia merupakan negeri kepulauan yang sangat besar dan istimewa dalam kedudukan strategis percaturan ekonomi, politik, dan budaya dunia. Terdapat puluhan ribu (17.508) pulau dengan lima buah pulau besar: Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua. Kepulauan Indonesia didominasi oleh perairan dengan garis pantai termasuk terpanjang di dunia. Terletak pada 6º Lintang Utara 11º Lintang Selatan dan 95º Bujur Timur, 145º Bujur Timur, menjadikan Indonesia memiliki dua musim, kemarau dan penghujan.

Pendidikan

Sekitar 9,7 juta rakyat Indonesia masih terbelenggu buta huruf. Disatu sisi, tidak ada jaminan dari pemerintah bagi lulusan pendidikan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak sehingga berdampak pada semakin meningkatnya angka pengangguran terbuka yang telah mencapai 8,1 % atau 9,25 Juta dari angkatan kerja dengan distribusi pekerja 60,5 % adalah pekerja Informal seperti tukang ojek, asongan, buruh lepas dan pedagang kecil. Sebanyak 52,65 persen tenaga kerja yang ada di Indonesia berpendidikan SD ke bawah, karena dunia kerja banyak yang hanya membutuhkan skill kerja yang rendah. Pengangguran terdidik di Indonesia berjumlah 961.000 hingga Agustus 2008 yang terbagi atas 598.000 penganggur Sarjana dan 362.000 penganggur Diploma. Februari 2008 lalu bahkan mencapai 1.146 juta jiwa.

Sosiologis

Banyak permukiman warga di sisi sungai, hal ini diakibatkan oleh minimnya ketersediaan tanah untuk membuat bangunan khususnya di perkotaan. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya kedisiplinan masyarakat untuk membuang sampah. Sungai-sungai dipenuhi dengan sampah, belum lagi minimnya hutan kota.

Hukum

Berdasarkan Permendagri no. 14 tahun 1998 tentang hutan ruang terbuka di kota adalah 40% dari luas kota.

Solusi

Meskipun sudah tertera di konstitusi, tetapi pada kenyataannya masih banyak pembangunan di kota. Pemikiran masyarakat di Indonesia masih menjadi kendala, karena akses pendidikan mahal. Sehingga kesadaran akan menjaga linggungannya pun minim. Akibatnya banjir terjadi secara berkala di beberapa kota besar.

Global Warming

Geografi

Indonesia merupakan negeri kepulauan yang sangat besar dan istimewa dalam kedudukan strategis percaturan ekonomi, politik, dan budaya dunia. Terdapat puluhan ribu (17.508) pulau dengan lima buah pulau besar: Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua. Kepulauan Indonesia didominasi oleh perairan dengan garis pantai termasuk terpanjang di dunia. Terletak pada 6º Lintang Utara 11º Lintang Selatan dan 95º Bujur Timur, 145º Bujur Timur, menjadikan Indonesia memiliki dua musim, kemarau dan penghujan.

Pendidikan

Sekitar 9,7 juta rakyat Indonesia masih terbelenggu buta huruf. Disatu sisi, tidak ada jaminan dari pemerintah bagi lulusan pendidikan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak sehingga berdampak pada semakin meningkatnya angka pengangguran terbuka yang telah mencapai 8,1 % atau 9,25 Juta dari angkatan kerja dengan distribusi pekerja 60,5 % adalah pekerja Informal seperti tukang ojek, asongan, buruh lepas dan pedagang kecil. Sebanyak 52,65 persen tenaga kerja yang ada di Indonesia berpendidikan SD ke bawah, karena dunia kerja banyak yang hanya membutuhkan skill kerja yang rendah. Pengangguran terdidik di Indonesia berjumlah 961.000 hingga Agustus 2008 yang terbagi atas 598.000 penganggur Sarjana dan 362.000 penganggur Diploma. Februari 2008 lalu bahkan mencapai 1.146 juta jiwa.

Sosiologis

Banyak permukiman warga di sisi sungai, hal ini diakibatkan oleh minimnya ketersediaan tanah untuk membuat bangunan khususnya di perkotaan. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya kedisiplinan masyarakat untuk membuang sampah. Sungai-sungai dipenuhi dengan sampah, belum lagi minimnya hutan kota.

Belum lagi jika melihat kondisi tambang di Indonesia, rakyat di sekitarnya miskin berbeda dengan pengelola tambang tersebut yang meraup keuntungan habis-habisan. Polusi dari tambang tersebut adalah polusi udara, air dan lahan.

Polusi udara erat kaitannya dengan kendaraan bermotor. Saat ini di Indonesia pabrik setiap tahun memproduksi motor mengalami peningkatan. Ada kecendrungan dari rakyat Indonesia jika menggunakan kendaraan bermotor artinya mngehemat biaya.

Solusi

Permasalahan global warming tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Rakyat seakan berada dalam kondisi paradoksial yang secara terpaksa merasakan akibat dari perbuatan segelintir orang.

Upaya untuk menyelesaikannya ada pada penegasan kebijakan dari pemerintah, pembatasan masuknya investor asing yang ingin mengelola sumber daya alam di Indonesia. Kondisi masyarakat pun harus dibina melalui pendidikan yang mudah diakses secara murah.

3. Manusia mahluk sosial dan mahluk individu

Manusia dikatakan mahluk sosial karena kehidupan mausia tidak terlepas dari interaksi dengan manusia lainnya. Sedangkan manusia dikatakan sebagai mahluk individu karena manusia terdiri dari kesatuan batin dan raga. Tidak terpisah.

A. Manusia tidak bisa hidup sendiri

Kehidupan manusia adalah dialektis. Apa yang dimilikinya akan selalu berkembang, baik fisik maupun rohani. Dalam proses perkembangan tersebut, manusia membutuhkan asupan dari lingkungan sekitar itu sendiri. Seorang bayi yang lahir mustahil dapat berjalan dan berbicara, bukan? Perlulah sebelumnya ia mengalami pengajaran dari sang ibu atau orang-orang terdekatnya.

Dari kasus di atas, manusia tidak bisa hidup sendiri. Meskipun memiliki raga dan batin utuh dan mandiri.

B. Hubungan sosial

Menurut Ideologi liberal

Liberal adalah ideologi yang berpandangan bebas. Hubungan antar individu didalamnya menghendaki adanya kebebasan untuk bertindak dan bergerak. Pemerintah tidak turut ikut campur dalam interaksi warganya.

Menurut Ideologi Pancasila

Hubungan sosial menurut ideologi pancasila. Menekankan interaksi antar individu untuk bersifat persamaan, keadilan, dan persatuan. Artinya perilaku bangsa dilatarbelakangi oleh aturan yang terkandung dalam pancasila.

Menurut Islam

Hubungan sosial menurut Islam, menghendaki terciptanya sifat saling menghormati, keberagaman, kedamaian, dan kerukunan. Al Qur’an dan hadist dijadikan dasar individu untuk berinteraksi dengan sesame individu.

4. A. Manusia disebut mahluk berbudaya

Manusia disebut berbudaya karena memiliki akan dan pikiran. Selain itu, kehidupan manusia merupakan perwujudan dari kebudayaan itu sendiri. Menurut Koentjaraningrat, wujud konkrit budaya dalam kehidupan manusia adalah perilaku, bahasa dan, materi.

Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkahlaku dalam situasi tertentu. Dalam berperilaku, manusia menggunakan bahasa untuk mengaktualisasikan akal dan pemikirannya. Sedangkan materi adalah hasil dari aktifitas manusia, contohya alat komunikasi, alat rumah tangga, dan alat transportasi.

B. Mengembangkan kebudayaan nasional

Kebudayaan dalam suatu Negara merupakan parameter berkembang atau tidaknya Negara tersebut. Beruntunglah Indonesia memiliki khazanah kebudayaan. Akan tetapi muncul persoalan, dapatkah Indonesia mengembangkan kebudanyaannya?

Setidaknya terdapat beberapa cara untuk mengembangkan kebudayaan suatu Negara.

Pertama, meningkatkan pendidikan. Pendidikan menjadi otak yang sangat penting dalam kebudayaan. Jika setiap individu dalam suatu Negara berpendidikan, tentunya hasil dari akal dan budinya berkembang.

Kedua, meningkatkan lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan erat kaitannya dengan kemakuran. Bangsa yang makmur tentu akan berdampak pada paradigma bangsa itu sendiri tentang konsidi sosial. Lain halnya dengan bangsa yang tidak makmur, pemikirannya hanya bergelut mengurusi kepentingan pibadi saja.

Ketiga, melestarikan aset budaya. Aset budaya merupakan cerminan historis suatu bangsa. Suatu kebudayaan tidak akan dinamis jika tidak berkaca pada kebudayaan masa lalu. Jangan sampai mengembangkan kebudayaan yang baru, tapi mengesampingkan kebudayaan yang lama.

Keempat, memanfaatkan teknologi. Teknologi kerap dijadikan alasan menurunnya kebudayaan suatu Negara. Padahal, teknologi dapat dijadikan peluang untuk mengembangkan kebudayaan. Teknologi akan sangat berguna untuk menyosialisasikan kebudayaan suatu Negara ke setiap penjuru dunia.

Kelima, memonitor perkembangan budaya di tiap daerah. Jika melihat proses pemerintahan saat ini, sangat ketara proses pemerintahan sentralistik dan desentralistik. Pemerintah pusat sejatinya memonitor perkembangan kebudayaan di setiap daerah. Pemerintah daerah sifatnya lebih kekhususan untuk mengembangkan kebudayaan di daerahnya.

C. Mengembangkan kebudayaan daerah

Pertama, menguatkan kultur ideologi. Hakikat masyarakat adalah sekumpulan individu yang memiliki satu pemahaman. Ideologi merupakan dasar pemikiran individu untuk dapat melakukan tindakan. Ideologi Indonesia adalah pancasila, jika mmasyarakat suatu daerah hanya mengamini tanpa mempraktikan substansi yang terkandung dalam pancasila, tentunya akan mengakibatkan pecahnya tanatan masyarakat.

Kedua, menghormati kepercayaan. Indonesia dikatakan Negara multikultur karena memiliki khazanah kebudayaan. Hasil dari multikultur tersebut adalah prularitas dalam religiutas setiap warganya. Kepercayaan suatu agama terkandung norma-norma bagi setiap pemeluknya. Untuk mengembangkan kebudayaan daerah, tentunya harus sesai dengan norma keagamaan tersebut.

Ketiga, meningkatkan unsur seni. Seni adalah sesuatu yang indah, melahirkan cinta dan kasih sayang, kemesraan, dan pemujaan. Seni dapat berfungsi sebagai pengatur ritme keadaan masyarakat. Melalui seni, masyarakat dapat mengungkapkan kegundahan pikirannya dapat melalui musik, tari, dan sastra.

Keempat, mengapresiasi bahasa. Kebudayaan akan terkesan abstrak jika tidak diaktualisasikan oleh bahasa. Khusus untuk kebudayaan daerah, bahasa daerahlah yang menjadi ujung tombat cirri dari masyarakat derah tersebut. Jika bahasa daerah tidak diapresiasi oleh masyarakat daerah tersebut, bukan tidak mungkin kebudayaan daerah akan musnah.

0 komentar: